BERITA

LOMBA PARIWISATA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

 

 

 

RAPAT KOORDINASI EVEN TOUR DE LOMBOK-MANDALIKA

04 April 2017

 

Berlokasi di RUPATAMA Kantor Bupati Lombok timur, dilaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan EVEN TOUR DE LOMBOK MANDALIKA untuk jalur 3 yakni Kute-Sembalun. Dalam rapat dimaksud, dibahas terkait persiapan penyambutan dan kesiapan rute yang menjadi tanggung jawab bersama pemerintah provinsi, kabupaten dan masyarakat dalam rangka mensukseskan pelaksanaan even tersebut.

 

Even tour De Lombok Mandalika merupakan salah satu perlombaan sepeda jalan raya tingkat internasional yang rencananya akan dilaksanakan pada 13 hingga 16 April 2017.

 

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal menyatakan, Tour De Lombok Mandalika telah mendapatkan lisensi kategori 2.2 dari Persatuan Sepeda Internasional (UCI) dengan total 20 negara yang ikut berpartisipasi.

 

Perlombaan tersebut akan menempuh empat etape atau rute, yakni Mataram-Kuta Lombok Tengah – 126 kilometer, Kuta-Sembalun – 115 Km, Pelabuhan Bangsal-Senaru – 113 Km. Dan finish di Mataram.

 

Di Lombok Timur sendiri yang masuk dalam etape 3 setidaknya melakukan sterilisasi jalur selama 2 jam.

 

Sementara itu Syafruddin, Kabag OPS Polres Lotim menyatakan bahwa “selain pengamanan Rute, hal yang juga dipersiapkan yakni penyambutan bagi para peserta tim di sepanjang rute dan juga kebersihan rute di sepanjang jalan desa kecamatan yang akan dilalui.”

 

____________________________________________________________________________________

Selasa, 04-04-2017

 

 

 

 

“PENYULUHAN SADAR WISATA”

KABUPATEN LOMBOK TI MUR

 

Mengangkat potensi pariwista di Lombok Timur tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja, pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal sebagai tujuan pavorit melancong mutlak diperlukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Haryadi Djowewayni, dalam sambutannya pada acara Penyluhan Sadar Wisata yang diikuti oleh seluruh Kelompok Sadar Wisata dari seluruh Lombok Timur.

Kelompok Sadar Wisata yang dibentuk secara swadaya oleh masyarakat, dinilai memegang peranan pentingdalam pengembangan wilayah yang memiliki obyek pariwisata yang potensial.

Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa POKDARWIS yang telah terbentuk di Lombok Timur, yang dinilai telah mampu mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah, melalui pengembangan potensi wisata dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, melalui anggaran yang cukup besar di desa saat ini, potensi wisata yang ada di desa juga lebih mudah untuk diberdayakan. Hal ini tentu memerlukan dukungan kuat dari kebijakan Pemerintah Desa.

Disampaikan lebih jauh, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Koperasi, pihaknya mengharapkan agar setiap POKDARWIS dapat segera membentuk koperasi, dengan terlembaganya suatu POKDARWIS sebagai koperasi, maka akan memudahkan mendapat bantuan dari pemerintah.

 

Lotim, 23 Maret 2017_________________________________________________________________________________________

 

 

 

 

 

 

 

Acara Rakor/Silaturrahmi Dinas Pariwisata Kab. Lombok Timur

dengan Sektor Pendukung Pariwisata

 

Kawasan-kawasan wisata di Lombok Timur merupakan kawasan sasaran program untuk Pengembangan Pariwisata, contoh terdekat adalah dengan akan segera di lauunchingnya “Kebun Raya Lombok” di kecamatan Suela oleh pemerintah pusat. Untuk itu diperlukan Pengkayaan isi Kebun Raya Lombok dengan pengkayaan flora dan lainnnya,  Hal tersebut dikemukakan oleh FTKP (Forum Tata Kelola Pariwisata) Lombok Timur sebagai nara sumber (Kamis, 23/02/2017)pada acara Rakor/ Silaturrahmi dengan Sektor Pendukung Pariwisata yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur di Lesehan Rindang Rasa – Sawing-Lombok Timur.

Lebih jauh dipaparkan oleh FTKP bahwa kecamatan Suela nantinya akan digunakan sebagai tempat penelitian dan kedepannya diharapkan agar ada regulasi Pengembangan Pariwisata dari pemerintah. Hal senada disampaikan juga oleh Ketua BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Lombok Timur yang menambahkan kata “regulasi” tersebut dengan alasan agar faedah/manfaat dari pariwisata bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur pada intinya mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan pengembangan pariwisata.

Sementara itu, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Lombok Timur dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Lombok Timur menginginkan adanya pembinaan/pelatihan para pramuwisata atau tour guide. HPI siap bermitra dengan Dinas Pariwisata dalam pembinaan dan pelatihan tersebut. Begitu juga diharapkan adanya referensi-referensi tempat pariwisata menarik seperti atraksi dan lain-lain. Banyak tempat-tempat akomodasi tetapi kurang informasi seperti tempat handycraft, food traditional, pottery dan lainnnya. Selain infrastruktur yang memadai PHRI menginginkan adanya keseimbangan antara hasil dari pajak seperti take and give, dan kemana arah kebijakan pemerintah untuk hasil pajak, jalur distribusi untuk hasil-hasil kreatif dan penyuluhan untuk sampah.

Acara Rakor/silaturrahmi yang diliput oleh berbagai media tersebut juga tidak luput dihadiri pula oleh POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) yang ada di kabupaten Lombok Timur. Beberapa pembicara dari mereka menginginkan agar segera dikukuhkan kepengurusan POKDARWIS dan berharap agar para pemilik lahan obyek wisata maupun pemerintah jangan sampai menjual asset tanah melainkan menerapkan system investasi atau dapat dilakukan dengan cara bagi hasil atau disharingkan.

 

-Dinas Priwisata Kabupaten Lombok Timur-